Sejak peristiwa itu Sony menjadi minder dan sakit hati jika bertemu dengan teman-temannya, apalagi ia harus mengikuti pelajaran renang. Sony tidak berani bercerita pada orangtuanya karena takut dimarahi kalau menanyakan tentang masalah alat kelamin. Padahal jika hal ini dibiarkan, Sony akan menjadi tertekan dan dapat menimbulkan depresi yang berakhir pada gangguan perilaku.
Senin, 17 Januari 2011
Ma, Kok Burungku Kecil?
Sejak peristiwa itu Sony menjadi minder dan sakit hati jika bertemu dengan teman-temannya, apalagi ia harus mengikuti pelajaran renang. Sony tidak berani bercerita pada orangtuanya karena takut dimarahi kalau menanyakan tentang masalah alat kelamin. Padahal jika hal ini dibiarkan, Sony akan menjadi tertekan dan dapat menimbulkan depresi yang berakhir pada gangguan perilaku.
Senin, 15 November 2010
Polah si Kecil Cermin Kepribadiannya
(Foto: thinkstock)
"Semua anak memiliki salah satu indera di tubuhnya yang lebih dominan, indera dominan ini yang akan menentukan bagaimana anak-anak berpengalaman dan berhubungan dengan dunia luar," ujar peneliti perilaku Priscilla Dunstan, seperti dikutip dari Parenting, Senin (8/11/2010).
Pengalaman dan cara anak berhubungan dengan dunia luar ini yang akan membentuk kepribadian si kecil. Berikut ini panduan bagi orangtua untuk mengerti dan mengetahui kepribadian anak, yaitu:
Jumat, 29 Oktober 2010
TV dan Komputer Pengaruhi Kejiwaan Anak
New York: Selama lebih dari dua jam sehari menonton televisi ataupun bermain "video game" di komputer dapat memberikan risiko yang lebih besar bagi anak-anak pada masalah kejiwaan apapun tingkat aktivitas mereka, demikian menurut sebuah penelitian di Inggris pada Selasa (12/10).
Para peneliti dari Universitas Bristol meneliti lebih dari 1.000 anak kecil yang berumur sepuluh hingga 11 tahun. Selama lebih dari tujuh hari, mereka mengisi kuesioner yang menanyakan intensitas waktu yang mereka habiskan sehari-hari di depan televisi atau komputer dan menjawab pertanyaan yang menjelaskan keadaan jiwa mereka, termasuk emosi, tingkah laku, dan masalah yang bersangkutan lainnya sementara sebuah pengukur tingkah laku (accelerometer) memantau aktivitas fisik mereka.
Jumlah selisih kerumitan kejiwaan secara signifikan sebanyak sekitar 60 persen lebih tinggi bagi anak kecil yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam selama satu hari di depan salah satu layar tersebut, dibandingkan dengan mereka yang menonton pada waktu yang lebih sedikit, kata laporan para peneliti di dalam jurnal Pediatrics.
Para peneliti dari Universitas Bristol meneliti lebih dari 1.000 anak kecil yang berumur sepuluh hingga 11 tahun. Selama lebih dari tujuh hari, mereka mengisi kuesioner yang menanyakan intensitas waktu yang mereka habiskan sehari-hari di depan televisi atau komputer dan menjawab pertanyaan yang menjelaskan keadaan jiwa mereka, termasuk emosi, tingkah laku, dan masalah yang bersangkutan lainnya sementara sebuah pengukur tingkah laku (accelerometer) memantau aktivitas fisik mereka.
Jumlah selisih kerumitan kejiwaan secara signifikan sebanyak sekitar 60 persen lebih tinggi bagi anak kecil yang menghabiskan waktu lebih dari dua jam selama satu hari di depan salah satu layar tersebut, dibandingkan dengan mereka yang menonton pada waktu yang lebih sedikit, kata laporan para peneliti di dalam jurnal Pediatrics.
Langganan:
Postingan (Atom)